banyak orang yang mempertanyakan apakah boleh sih tidak berjilbab tetapi berpuasa ..nah saya di sini akan jelaskan tentang itu untuk andda semua yang sering tidak berjilbab pada waktu puasa ..
tentu saja tidak baik jika kita mengumbar aurot kita pada waktu puasa ..dan itu akan membuat pahala puasa kita berkurang karena Allah telah mewajibkan bagi setiap muslim untuk berjilbab agar tidak terjadi fitnah atau apapun .. Allah ta'ala berfirman
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur [24] : 31). Berdasarkan tafsiran Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Atho’ bin Abi Robbah, dan Mahkul Ad Dimasqiy bahwa yang boleh ditampakkan adalah wajah dan kedua telapak tangan. (Lihat Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Amru Abdul Mun’im, hal. 14).
Enggan berjilbab termasuk berbuat dosa besar karena diancam dengan ancaman yang keras dalam hadits berikut ini. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128).
Yang dimaksud berpakaian tetapi telanjang itu apa? Yaitu berpakaian dengan sengaja menampakkan keindahan tubuh. Juga yang dimaksud adalah berpakaian tipis sehinga nampak bagian dalam tubuh. Itulah yang kita lihat dari model pakaian muda-mudi saat ini.
Orang yang berpuasa tentu saja mesti meninggalkan maksiat. Satu persen saja ia menahan lapar dan dahaga, 99% lainnya yang lebih berat yaitu meninggalkan maksiat. Dan mengumbar dan membuka-buka aurat termasuk maksiat. Lihatlah akibat dari orang yang berpuasa namun masih terus bermaksiat.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta (az zuur) dan mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903). Mengamalkan az zuur yang dimaksud dalam hadits ini adalah mengamalkan suatu yang haram secara umum.
dengan demikian maka dapat di simpulkan bahwa berhijab itu penting bagi umat manusia ..nah jadi kita dapat menarik kesimpulan bahwa jika kita tidak berhijab pada puasa itu tidak boleh dan lebih baik berhijab ..maaf jika ada tutur kata yang salah karena pendapat seseorang itu pasti berbeda ..
sekian dari saya semoga kalian dapat menarik kesimpulan dan mencoba berhijab bagi yang belum..sebelum kalian di benci oleh Allah SWT
wassalamualaikum war wab